Rabu, 31 Mei 2017

Astagfirulloh!! Karna Uang, Sebagian Besar Para TKW Rela Di tidur i Bahkan Gratis Atas Dasar Suka Sama Suka


Penghasilan M (27 tahun), saban hari bisa seribu riyal. Pagi tidur dengan lelaki Bengali dan Sore seranjang bareng pria Pakistan.

Kebanyakan yang beroperasi di Kota Jeddah, Arab Saudi, ini bisa melayani tiga pelanggan sehari. Tenaga kerja wanita (TKW) asal Indonesia itu menjadi p*****r demi menyambung hidup.

Awalnya, M bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Dia menjadi p*****r setelah diperkosa majikannya. Gajinya juga tidak dibayar. "Sekali main dibayar seribu riyal," kata M saat dihubungi merdeka.com melalui telepon selulernya pekan kemarin.

Sejak kabur dari rumah majikannya, M tinggal di penampungan TKI di Jeddah bersama puluhan rekan senasib. Sambil menunggu pekerjaan lagi sebagai pembantu rumah tangga, M menyambi sebagai p*****r untuk membiayai hidup.

Dia ditawari mucikari asal Indonesia untuk melayani naf*u lelaki Bengali. "Saya terpaksa melakukan ini untuk menyambung hidup," ujarnya. Teman-temannya di penampungan tidak ada yang tahu dia menggeluti profesi haram itu.

M kini telah menikah dengan lelaki asal Pakistan dan menetap di Jeddah. Dia sudah dua kali menikah selama bekerja di Arab Saudi.

Suami pertamanya adalah orang Bengali. Naf*u s**snya sangat kuat. M tidak mampu mengimbangi. Pernikahan mereka karam. "Nikah hanya sebulan," tutur M.

Menurut Ujang, pegawai perusahaan swasta dan sudah tinggal di Jeddah tujuh tahun, para TKW p*****r ini beredar lewat jaringan telepon. Biasanya p*****r akan dihubungi oleh TKI merangkap mucikari. "Mereka tidak mangkal, tapi dihubungi dan langsung datang ke apartemen," kata Ujang.

sumber : kabarrepublika.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar